Putri Ariani

“Melihat dengan hati, Bermusik dengan rasa”

Begitu tulis Putri Ariani di profil akun Instagramnya. Namanya melambung juga di jagad maya. Jadi keywords paling tinggi. Cari “Putri” segera me-refers ke Putri Ariani.

Dalam keterbatasan ada kelebihan. Kelebihan Putri Ariani adalah pada hatinya. Keterbatasan penglihatan tak membuat hatinya lemah. Justru di situlah letak daya dobrak juara IV America’s Got Talent 2023 yang sudah memasuki musim ke 18 itu.

Hati itu rupanya tidak hanya untuk melihat. Namun juga melangkahkan kakinya jauh lebih dari apa yang bisa dicapai oleh orang-orang normal pada umumnya. Mendunia dan membanggakan.

Putri punya rasa. Rasa itu dileburnya dalam membangkitkan kemampuannya bermusik. Menyanyi dan memainkan alat musik. Perpaduan ini menciptakan tampilan dan hiburan berkelas internasional.

Jadi rasanya publik terhenyak bukan karena faktor keterbatasan gadis sweet seventeen ini. Namun karena kualitas penampilannya sangat prima.

Dengan kata lain ada kesetaraan di sana. Tidak ada perkecualian dalam suatu kompetisi. Tidak berlaku excuse. Kalau Anda bagus dan bisa bertandang di level tersebut maka Anda layak masuk.

Dalam perspektif lain Putri adalah “guru” kita semua. Kalau kembali kepada faktor disablitas, kita bisa banyak belajar dari situ. Penyandang disabilitas memiliki pengalaman dan perspektif unik yang dapat memberi kita pelajaran berharga tentang kehidupan, ketahanan, empati, dan inklusi.

Banyak penyandang disabilitas menghadapi tantangan dan hambatan besar dalam kehidupan sehari-hari mereka. Kemampuan mereka untuk bertahan dan beradaptasi terhadap tantangan-tantangan ini dapat menginspirasi orang lain untuk lebih tangguh dalam menghadapi kesulitan.

Mereka menganjurkan inklusivitas dan aksesibilitas dalam berbagai aspek masyarakat, mulai dari ruang publik hingga tempat kerja. Belajar dari advokasi mereka dapat mendorong inklusivitas yang lebih besar dan kesempatan yang setara bagi semua. Dan ajang seperti AGT membuka kesempatan pada seluruh orang.

Kemudian tawaran kesempatan itu diambil Putri dengan perspektif unik lewat kreativitas. Ia  mengembangkan cara-cara kreatif untuk beradaptasi dengan lingkungan atau keadaannya.

Putri memang mungkin memiliki bakat. Tetapi tanpa kesabaran dan ketekadan kuat juga impian, mustahil ia bisa melangkah sampai ke Los Angeles, kota tempat digelarnya AGT 2023.

Putri bukan saya inspirasi bagi sesama penyandang disabilitas. Melainkan inklusif. Kepada kita semua. Tentang memahami kelemahan dan membalikkan menjadi kekuatan. Tentang daya juang dan mewujudkan impain jadi kenyataan. Tentang tidak mengalah oleh keadaan.

Tidak peduli suatu ketika tidak jadi juara utama. Toh, perjalanannya sudah lebih dari cukup untuk menjadi pelajaran.

Salam Solidaritas!

Imam Fatoni Effendi

Foto: detik.com

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*